tahukah kalian bahwa perhiasan paling indah dan paling berharga adalah seorang wanita solehah?
tahukah kalian bahwa sebagian besar penghuni neraka adalah wanita?
bagaimana sebuah perhiasan menjadi bahan bakar neraka?
wanita memiliki pilihan itu di relung hatinya, di kedua tangannya, dan di pemikirannya.
wanita tercantik bukanlah ia yang memiliki tubuh jenjang semampai, dengan kulit mulus tanpa cela, wajah cantik tanpa riasan. wanita tercantik adalah ia yang mampu menjaga kehormatannya.
kehormatan bukan hanya sekedar virginitas, bukan sebatas itu.
keperawanan memang penting, tapi bukan kah ada hal lain yang juga tak kalah penting?
ciuman pertama, pelukan pertama, tautan jemari pertama. tak kalian rasa itu penting?
ah apa salahnya dengan berciuman? toh itu hanya bibir dengan bibir, sama sama daging yang dilapisi kulit halus. hanya mendekatkan saja, apa menjadi sebuah masalah?
ahh, bukankan akan terasa spesial jika dia yang mencicipi bibir manismu itu adalah pasangan halalmu? tak ada yang lain, sama seperti perawanmu. bukannya menjaga selaput dara agar tidak dirobek oleh hal yang diinginkan tetapi bukan halal adalah hal yg bagus?
mungkin bagi sebagian orang menjaga ciuman pertama adalah hal yang aneh, wajar saja dalam hubungan percintaan untuk saling menautkan bibir. tapi tidak bagiku, dan bagi kalian yang belum pernah beciuman, ku katakan dengan tegas. JANGAN!! Biarlah ia yang menjadi pasangan halalmu yang merasakan sensasi pertama bibir manismu. Jangan pernah bilang, belajar berciuman agar nanti sudah mahir ketika telah menikah.
bukankah lebih baik jika kalian mendapatkan kenyamanan bersama pasangan halal kalian nanti?
sudah dulu dengan berciuman, ku hanya mengingatkan, betapa berharganya harga sebuah kecupan pertama, entah itu di bibir, di pipi, atau dikening. kalian akan tetap mengingat, otak kalian akan selalu teringat bibir siapa yang menyentuh wajah kalian, dan bagaimana rasanya kecupan pertama setelah kalian dewasa itu. dan jangan dihitung ciuman sayang bayi dan ibunya, atau bayi dan siapapun yang merasa gemas terhadapnya. sensasinya pasti akan berbeda.
kemudian berpelukan, memang kalian teletubies?
setiap saat berpelukan, jangan lah. nanti kalian bosan.
lagi pula, berpelukan juga menjadi hal yang diharamkan dalam islam. atau jika kalian bukan seorang muslim, jika terlalu sering berpelukan nanti sebuah pelukan hanya menjadi angin lalu, tak lagi bersifat menenangkan, menghangatkan, dan memberikan kenyamanan, ah apa enaknya jika berpelukan menjadi tak senyaman semestinya?
bergandengan tangan, coba rasakan bedanya, bergandengan tangan dengan dia yang kamu suka, dan dia yang hanya menjadi teman bagimu. rasanya berbeda? jelas!!
namun tak iri kah kalian dengan mereka yang bahkan menjaga agar tangannya tak digenggam oleh lawan jenis yang bukan mahram, bahkan bersentuhan pun dijaga sekali.
ah sungguh aku iri dengan mereka yang tahu mana yang boleh dan tidak sebelum aku terjerumus kepada hal yang kelam.
tak ada yang salah untuk berubah menjadi lebih baik
tahukah kalian bahwa sebagian besar penghuni neraka adalah wanita?
bagaimana sebuah perhiasan menjadi bahan bakar neraka?
wanita memiliki pilihan itu di relung hatinya, di kedua tangannya, dan di pemikirannya.
wanita tercantik bukanlah ia yang memiliki tubuh jenjang semampai, dengan kulit mulus tanpa cela, wajah cantik tanpa riasan. wanita tercantik adalah ia yang mampu menjaga kehormatannya.
kehormatan bukan hanya sekedar virginitas, bukan sebatas itu.
keperawanan memang penting, tapi bukan kah ada hal lain yang juga tak kalah penting?
ciuman pertama, pelukan pertama, tautan jemari pertama. tak kalian rasa itu penting?
ah apa salahnya dengan berciuman? toh itu hanya bibir dengan bibir, sama sama daging yang dilapisi kulit halus. hanya mendekatkan saja, apa menjadi sebuah masalah?
ahh, bukankan akan terasa spesial jika dia yang mencicipi bibir manismu itu adalah pasangan halalmu? tak ada yang lain, sama seperti perawanmu. bukannya menjaga selaput dara agar tidak dirobek oleh hal yang diinginkan tetapi bukan halal adalah hal yg bagus?
mungkin bagi sebagian orang menjaga ciuman pertama adalah hal yang aneh, wajar saja dalam hubungan percintaan untuk saling menautkan bibir. tapi tidak bagiku, dan bagi kalian yang belum pernah beciuman, ku katakan dengan tegas. JANGAN!! Biarlah ia yang menjadi pasangan halalmu yang merasakan sensasi pertama bibir manismu. Jangan pernah bilang, belajar berciuman agar nanti sudah mahir ketika telah menikah.
bukankah lebih baik jika kalian mendapatkan kenyamanan bersama pasangan halal kalian nanti?
sudah dulu dengan berciuman, ku hanya mengingatkan, betapa berharganya harga sebuah kecupan pertama, entah itu di bibir, di pipi, atau dikening. kalian akan tetap mengingat, otak kalian akan selalu teringat bibir siapa yang menyentuh wajah kalian, dan bagaimana rasanya kecupan pertama setelah kalian dewasa itu. dan jangan dihitung ciuman sayang bayi dan ibunya, atau bayi dan siapapun yang merasa gemas terhadapnya. sensasinya pasti akan berbeda.
kemudian berpelukan, memang kalian teletubies?
setiap saat berpelukan, jangan lah. nanti kalian bosan.
lagi pula, berpelukan juga menjadi hal yang diharamkan dalam islam. atau jika kalian bukan seorang muslim, jika terlalu sering berpelukan nanti sebuah pelukan hanya menjadi angin lalu, tak lagi bersifat menenangkan, menghangatkan, dan memberikan kenyamanan, ah apa enaknya jika berpelukan menjadi tak senyaman semestinya?
bergandengan tangan, coba rasakan bedanya, bergandengan tangan dengan dia yang kamu suka, dan dia yang hanya menjadi teman bagimu. rasanya berbeda? jelas!!
namun tak iri kah kalian dengan mereka yang bahkan menjaga agar tangannya tak digenggam oleh lawan jenis yang bukan mahram, bahkan bersentuhan pun dijaga sekali.
ah sungguh aku iri dengan mereka yang tahu mana yang boleh dan tidak sebelum aku terjerumus kepada hal yang kelam.
tak ada yang salah untuk berubah menjadi lebih baik