assalamualaikum..
saya kembali lagi, dan tulisan kali ini saya akan bahas masalah pernikahan, bagi kalian yang belum menikah, udah lulus kuliah dan udah kerja, pasti sering diberondong dengan pertanyaan yang itu itu aja "KAPAN KAWIN?"
sebelum saya cerita, umur saya 23 udah kerja, dan saya perempuan, as you know my name is disyaluna.. dan saya belum menikah..
saya membuat tulisan ini bukan berdasarkan pengalaman pribadi, tapi berdasarkan hasil pengamatan, jfyi saya pernah 6 bulan mengurusi perceraian, dan semua percerian alasannya banyak, selain bercerai ada yang menikah lagi..
dari beberapa hasil curhat mereka, saya menyimpulkan beberapa hal tentang pernikahan..
1. pernikahan bukan hanya dilaksanakan atas dasar cinta, "cinta bisa hilang" itu kata mereka.. kamu harus memiliki kasih sayang dan rasa kasihan, kasih sayang merupakan hal yang lebih dalam dari cinta, dan rasa kasihan akan menambah rasa sayang terhadap seseorang.. yang pasti kia tidak mungkin bisa memiliki rasa kasih sayang jika kita tidak mencoba untuk saling mencintai..
2. apa niatmu menikah?
coba perbaiki lagi niatmu menikah. jangan kamu menikah karena mencintainya, karena itu sebenarnya adalah nafsu yang terselubung. tidak dipungkiri, menikah merupakan suatu cara untuk menyelamatkan kita dari nafsu, salah satu bentuk perisai untuk menghindari maksiat.
ketika akan menikah, apa yang akan kamu capai dengannya? kalo saya ingin mencari jalan untuk menuju surga Allah, mungkin saja dengan menikah, membuka jalan lain menuju surga Allah.
jadi satukan visi dan misi kalian
3. pernikahan bukan pacaran
ingat, bagaimana pacaran hukumnya di mata agama? dosa!
pacaran setelah menikah itu boleh, enak dan halal.
dan inget ya, bukan karena pacaran setelah menikah itu halal, jadi kamu asal aja menikah dengan orang yang saat itu bikin kamu nyaman tanpa pikir panjang untuk sama sama membangun rumah yang nyaman. pernikahan bukan pacaran. kamu gak bisa seenaknya menikahi seseorang kemudian karena hal sepele, atau karena "kita udah ga cocok" kamu mengajukan perceraian, itu sih sama aja, kaya kamu pacaran versi halal terus ganti ganti pasangan saat kamu udah ga cocok. mbak mas, situ nyari pendamping hidup apa nyari temen tidur?
4. pentingnya rasa percaya dengan pasangan
cemburu memang penting dalam menikah, tapi kalau terlalu cemburu jatohnya malah ga baik. itu makanya kita butuh rasa percaya pada pasangan masing-masing.
aku cerita sedikit soal perceraian karena rasa percaya yang minim terhadap pasangan ini.
"ada seorang wanita yang sudah menikah dengan pria, si pria ini menduduki sebuah jabatan, mungkin tahun tahun sebelumnya si pria tidak se sibuk sekarang, dimana si pria lebih sering lembur dan pulang lebih malam, namun si wanita yang tidak mencari tahu dahulu segera menyimpulkan kalau si pria memiliki WIL (wanita idaman lain), padahal sebenarnya ia bekerja sesuai dengan beban kerjanya saat ini, dan akhirnya si wanita menyatakan cerai"
sudah jelas bukan? pentingnya rasa percaya dengan pasangan.
5. sudah siapkah kamu menerima segalanya?
menerima segalanya bukan hanya tentang bagaimana baiknya ia dimatamu, tetapi juga tentang kebiasaanya yang mungkin baru akan terlihat setelah kalian menikah dan ini bukan hanya yang akan membuatmu bahagia, mungkin akan membuatmu kesal dengan kebiasannya. yakin kah kamu bersedia menerimanya dengan segenap kerelaan hati?
yuk tetapkan hatimu, jangan kamu menikah asal menikah. siapkan dirimu untuk hidup bersama dia yang merupakan orang asing yang akan memberimu kejutan di awal pernikahan kalian. jangan lupa untuk berdoa, apakah ia akan membawa kebaikan untukmu ataukah ia akan membawa kesengsaraan bagimu, karena menikah merupakan ibadah sunnah, niatkan pernikahanmu untuk ibadah karena Allah agar selalu berjalan baik dan dilindungi Allah.
saya kembali lagi, dan tulisan kali ini saya akan bahas masalah pernikahan, bagi kalian yang belum menikah, udah lulus kuliah dan udah kerja, pasti sering diberondong dengan pertanyaan yang itu itu aja "KAPAN KAWIN?"
sebelum saya cerita, umur saya 23 udah kerja, dan saya perempuan, as you know my name is disyaluna.. dan saya belum menikah..
saya membuat tulisan ini bukan berdasarkan pengalaman pribadi, tapi berdasarkan hasil pengamatan, jfyi saya pernah 6 bulan mengurusi perceraian, dan semua percerian alasannya banyak, selain bercerai ada yang menikah lagi..
dari beberapa hasil curhat mereka, saya menyimpulkan beberapa hal tentang pernikahan..
1. pernikahan bukan hanya dilaksanakan atas dasar cinta, "cinta bisa hilang" itu kata mereka.. kamu harus memiliki kasih sayang dan rasa kasihan, kasih sayang merupakan hal yang lebih dalam dari cinta, dan rasa kasihan akan menambah rasa sayang terhadap seseorang.. yang pasti kia tidak mungkin bisa memiliki rasa kasih sayang jika kita tidak mencoba untuk saling mencintai..
2. apa niatmu menikah?
coba perbaiki lagi niatmu menikah. jangan kamu menikah karena mencintainya, karena itu sebenarnya adalah nafsu yang terselubung. tidak dipungkiri, menikah merupakan suatu cara untuk menyelamatkan kita dari nafsu, salah satu bentuk perisai untuk menghindari maksiat.
ketika akan menikah, apa yang akan kamu capai dengannya? kalo saya ingin mencari jalan untuk menuju surga Allah, mungkin saja dengan menikah, membuka jalan lain menuju surga Allah.
jadi satukan visi dan misi kalian
3. pernikahan bukan pacaran
ingat, bagaimana pacaran hukumnya di mata agama? dosa!
pacaran setelah menikah itu boleh, enak dan halal.
dan inget ya, bukan karena pacaran setelah menikah itu halal, jadi kamu asal aja menikah dengan orang yang saat itu bikin kamu nyaman tanpa pikir panjang untuk sama sama membangun rumah yang nyaman. pernikahan bukan pacaran. kamu gak bisa seenaknya menikahi seseorang kemudian karena hal sepele, atau karena "kita udah ga cocok" kamu mengajukan perceraian, itu sih sama aja, kaya kamu pacaran versi halal terus ganti ganti pasangan saat kamu udah ga cocok. mbak mas, situ nyari pendamping hidup apa nyari temen tidur?
4. pentingnya rasa percaya dengan pasangan
cemburu memang penting dalam menikah, tapi kalau terlalu cemburu jatohnya malah ga baik. itu makanya kita butuh rasa percaya pada pasangan masing-masing.
aku cerita sedikit soal perceraian karena rasa percaya yang minim terhadap pasangan ini.
"ada seorang wanita yang sudah menikah dengan pria, si pria ini menduduki sebuah jabatan, mungkin tahun tahun sebelumnya si pria tidak se sibuk sekarang, dimana si pria lebih sering lembur dan pulang lebih malam, namun si wanita yang tidak mencari tahu dahulu segera menyimpulkan kalau si pria memiliki WIL (wanita idaman lain), padahal sebenarnya ia bekerja sesuai dengan beban kerjanya saat ini, dan akhirnya si wanita menyatakan cerai"
sudah jelas bukan? pentingnya rasa percaya dengan pasangan.
5. sudah siapkah kamu menerima segalanya?
menerima segalanya bukan hanya tentang bagaimana baiknya ia dimatamu, tetapi juga tentang kebiasaanya yang mungkin baru akan terlihat setelah kalian menikah dan ini bukan hanya yang akan membuatmu bahagia, mungkin akan membuatmu kesal dengan kebiasannya. yakin kah kamu bersedia menerimanya dengan segenap kerelaan hati?
yuk tetapkan hatimu, jangan kamu menikah asal menikah. siapkan dirimu untuk hidup bersama dia yang merupakan orang asing yang akan memberimu kejutan di awal pernikahan kalian. jangan lupa untuk berdoa, apakah ia akan membawa kebaikan untukmu ataukah ia akan membawa kesengsaraan bagimu, karena menikah merupakan ibadah sunnah, niatkan pernikahanmu untuk ibadah karena Allah agar selalu berjalan baik dan dilindungi Allah.