Senin, 26 Februari 2018

Penggalan kisah di 2017

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

tahun 2017 dua bulan lagi akan pergi, berganti tahun yang baru dengan orang-orang yang baru..
apa yang sudah kamu perbuat sepuluh bulan yang lalu?

aku tak banyak meninggalkan kesan penting nan berharga di sepuluh bulan yang telah berlalu..
tetapi banyak pembelajaran yang aku dapatkan..
dan semuanya berujung pada penyesalan, iya..
penyesalan jika kita tak mampu bersyukur...

segala sesuatu di dunia Allah ciptakan agar kita mampu bersyukur, agar kita pasrah dan tabah, dan menjadi pribadi yang lebih kuat dan beriman..

awal tahun 2017, aku masih setia menunggu seseorang..
yang sebenarnya aku tahu tak akan pernah datang, bahkan untuk sekedar memberi salam..
dan aku selalu menyapanya di dalam doaku..
mungkin...
Allah sedang mengujiku, jangan kamu berharap lebih dalam kepada manusia wahai umatKu..
mungkin itu maksudNya..
aku terus berharap, hingga akhirnya aku berkenalan dengan orang yang baru..
aku belajar melepas dia yang aku tahu tak akan pernah datang..
tetapi, aku tak serasi. menurutku. menurut ibuku. dia tak pantas untukku.
sebelum aku sepenuhnya melepas ia, aku sempat meminta ijinnya, jika aku lebih dulu menemukan pendamping hidupku..
satu kata yang tak pernah akan ku lupa "abang sudah mengingkari janji abang sejak lama dek, jauh sebelum kita lulus kuliah"
aku tahu, dan aku paham. karena tak selamanya janji dapat ditepati. ada saja satu dua hal yang membuat janji yang telah terikrar tak dapat dipenuhi.

orang baru yang tak serasi, tak seperti dia yang dulu..
datang lagi dia yang sedang mencari sandaran, bukan untuk berlabuh, hanya untuk bersandar..
maaf aku menyebutmu seperti itu.
aku sadar sejak awal, aku hanyalah tempat bersandar, aku hanyalah dermaga, bukan sebuah pelabuhan.
atau, aku kah yang membuatnya seperti itu?
terkadang aku ingin membuatmu tetap tinggal, namun aku sadar akan datangnya badai dan tak yakin dapat membuatmu tetap bersandar.
hingga akhirnya aku melepaskan jangkarmu, kau sadari itu.. aku tahu..
kau akhirnya pergi, dan aku mengharap kau datang untuk berlabuh sekali lagi..
namun, dermaga itu tetap sunyi, kapal lainnya tak kunjung datang..

suatu ketika kau memberi kabar lewat semilir angin, cuitan burung menghentikan kabarmu..
dan pembawa pesan memberi tahu, kau telah menemukan pelabuhan terakhirmu..

pelabuhan telah ditentukan, saatnya pensiun bagi sang kapal..

dan aku pernah berbuat.. mengusirnya, namun mengharap kepulangannya..
hal yang sulit diartikan oleh nalar..

dan aku pernah berkata, temuilah dia yang menjadi tulang rusukmu..
biar aku tak dapat menusukmu..
biar aku mudah tersenyum bahagia..