mengapa aku terfikirkan hal disaat yang tidak tepat?
mengapa aku terpikirkan paras yang sempurna itu?
aku seharusnya bersyukur dengan apa yang aku telah miliki..
bukannya terus menyalahkan diriku, mengapa aku tidak seberuntung dia?
tapi aku tahu satu hal.
dia menciptaku dengan kebaikan.
aku hadir untuk kebaikan
dia mungkin bahagia, tetapi aku akan berusaha lebih bahagia dari dia karenaMu.
my name is DISYA, I like writing, and I'm not young anymore.. what I write here is meaningless.. but you still can read it, to get a lesson and just for fun!! but I write it to remembering me about my life story..
Jumat, 29 Juni 2012
Rabu, 13 Juni 2012
gaLau..
Aku menyadari
perubahan pada diriku, mungkin aku telah menemukan kedewasaanku
Atau mungkin ini
kepribadianku yang lain.
Dahulu aku lebih
perasa, lebih ceria, lebih memahami perasaan orang lain.
Tidak seperti
sekarang, pemarah, otoriter.
Mungkin sekarang mereka bilang aku lebih baik, lebih dewasa, tidak begitu cerewet seperti yang lalu
Mungkin sekarang mereka bilang aku lebih baik, lebih dewasa, tidak begitu cerewet seperti yang lalu
Tapi dia berkata
lain, dia bilang aku berubah, tidak menyenangkan, bukan lagi wanita penyayang.
Akupun menyadari
itu.
Aku sedih sekali akan kenyataan ini.
Aku merasa kehilangan diriku.
Aku merasa sedih dengan diriku sendiri.
Aku sedih sekali akan kenyataan ini.
Aku merasa kehilangan diriku.
Aku merasa sedih dengan diriku sendiri.
Aku tak bisa
memahami dia seperti dia memahami aku
Aku tak bisa membuat
dia bahagia seperti dia membahagiakan aku
Aku tak dapat
merangkaikan senyuman diwajahnya seperti yang ia lakukan padaku.
Apalah artinya aku bagi dia?
Apalah artinya aku bagi dia?
Hanya untuk
statuskah aku dengannya?
Aku tidak mau
seperti itu, dia pun akan lebih tidak menyukai hal itu.
Aku ingin seperti dulu, walau aku tidak selalu bersamanya tetapi dia masih merasakan sayangku.
Tidak seperti sekarang, dia bilang aku acuh, tidak peduli. Menyedihkan.
Aku ingin menjadi diriku yang dulu, yang dia bilang manis dan lucu.
Bukan aku yang sok tegas, sok tegar.
Sombong. Sombong sekali. Penipu. Berwajah dua. Bertopeng palsu. Penuh kepalsuan.
Aku ingin seperti dulu, walau aku tidak selalu bersamanya tetapi dia masih merasakan sayangku.
Tidak seperti sekarang, dia bilang aku acuh, tidak peduli. Menyedihkan.
Aku ingin menjadi diriku yang dulu, yang dia bilang manis dan lucu.
Bukan aku yang sok tegas, sok tegar.
Sombong. Sombong sekali. Penipu. Berwajah dua. Bertopeng palsu. Penuh kepalsuan.
Selasa, 05 Juni 2012
galau mania
ketika rasa itu membuncah
getaran emosi yang kuat tak tertahankan
rasa ini adalah amarah bercampur kecemburuan
ketidak sukaan beserta rasa rela
entah cemburu karena apa..
entah tidak rela karena apa..
tak ada yang dicampuri dalam urusan hatiku..
ini memang soal emosi, soal perasaan..
tapi bukan karena urusan perasaan yang mendalam..
hanya urusan yang tidak penting dan bukan pribadi..
urusan yang seharusnya tak perlu aku cemburui..
tak seharusnya aku marah..
tapi ini lah aku, marah....
cemburu..
ingin aku berteriak melepas penat ini..
ingin aku menangis melepas beban ini..
sungguh aku tak kuasa menahannya..
tapi aku tak bisa melakukannya..
tuhan.....
jadikan aku wanita yang kuat..
wanita yang sabar..
yang menerima keadaan orang lain tanpa mencemburuinya..
jadikanlah aku orang yang bisa menerima pemberianmu..
sesungguhnya jalanku telah engkau gariskan..
hanya aku yang tinggal menyusuri jalan itu..
tanpa tersesat..
tanpa tersesat, karena jalanmu hanya satu..
jalan lain hanyalah jalan semu..
bayangan, hanya hayalan, memberi janji yang tak dapat di uji kebenarannya..
jadi, seharusnya tanpa tersesat pada jalan yang salah..
tolong aku tuhan....
getaran emosi yang kuat tak tertahankan
rasa ini adalah amarah bercampur kecemburuan
ketidak sukaan beserta rasa rela
entah cemburu karena apa..
entah tidak rela karena apa..
tak ada yang dicampuri dalam urusan hatiku..
ini memang soal emosi, soal perasaan..
tapi bukan karena urusan perasaan yang mendalam..
hanya urusan yang tidak penting dan bukan pribadi..
urusan yang seharusnya tak perlu aku cemburui..
tak seharusnya aku marah..
tapi ini lah aku, marah....
cemburu..
ingin aku berteriak melepas penat ini..
ingin aku menangis melepas beban ini..
sungguh aku tak kuasa menahannya..
tapi aku tak bisa melakukannya..
tuhan.....
jadikan aku wanita yang kuat..
wanita yang sabar..
yang menerima keadaan orang lain tanpa mencemburuinya..
jadikanlah aku orang yang bisa menerima pemberianmu..
sesungguhnya jalanku telah engkau gariskan..
hanya aku yang tinggal menyusuri jalan itu..
tanpa tersesat..
tanpa tersesat, karena jalanmu hanya satu..
jalan lain hanyalah jalan semu..
bayangan, hanya hayalan, memberi janji yang tak dapat di uji kebenarannya..
jadi, seharusnya tanpa tersesat pada jalan yang salah..
tolong aku tuhan....
Langganan:
Postingan (Atom)