Senin, 16 Juli 2018

menjadi wanita itu sulit

tahukah kalian bahwa perhiasan paling indah dan paling berharga adalah seorang wanita solehah?
tahukah kalian bahwa sebagian besar penghuni neraka adalah wanita?

bagaimana sebuah perhiasan menjadi bahan bakar neraka?

wanita memiliki pilihan itu di relung hatinya, di kedua tangannya, dan di pemikirannya.
wanita tercantik bukanlah ia yang memiliki tubuh jenjang semampai, dengan kulit mulus tanpa cela, wajah cantik tanpa riasan. wanita tercantik adalah ia yang mampu menjaga kehormatannya.

kehormatan bukan hanya sekedar virginitas, bukan sebatas itu.
keperawanan memang penting, tapi bukan kah ada hal lain yang juga tak kalah penting?
ciuman pertama, pelukan pertama, tautan jemari pertama. tak kalian rasa itu penting?

ah apa salahnya dengan berciuman? toh itu hanya bibir dengan bibir, sama sama daging yang dilapisi kulit halus. hanya mendekatkan saja, apa menjadi sebuah masalah?

ahh, bukankan akan terasa spesial jika dia yang mencicipi bibir manismu itu adalah pasangan halalmu? tak ada yang lain, sama seperti perawanmu. bukannya menjaga selaput dara agar tidak dirobek oleh hal yang diinginkan tetapi bukan halal adalah hal yg bagus?

mungkin bagi sebagian orang menjaga ciuman pertama adalah hal yang aneh, wajar saja dalam hubungan percintaan untuk saling menautkan bibir. tapi tidak bagiku, dan bagi kalian yang belum pernah beciuman, ku katakan dengan tegas. JANGAN!! Biarlah ia yang menjadi pasangan halalmu yang merasakan sensasi pertama bibir manismu. Jangan pernah bilang, belajar berciuman agar nanti sudah mahir ketika telah menikah.

bukankah lebih baik jika kalian mendapatkan kenyamanan bersama pasangan halal kalian nanti?

sudah dulu dengan berciuman, ku hanya mengingatkan, betapa berharganya harga sebuah kecupan pertama, entah itu di bibir, di pipi, atau dikening. kalian akan tetap mengingat, otak kalian akan selalu teringat bibir siapa yang menyentuh wajah kalian, dan bagaimana rasanya kecupan pertama setelah kalian dewasa itu. dan jangan dihitung ciuman sayang bayi dan ibunya, atau bayi dan siapapun yang merasa gemas terhadapnya. sensasinya pasti akan berbeda.

kemudian berpelukan, memang kalian teletubies?
setiap saat berpelukan, jangan lah. nanti kalian bosan.
lagi pula, berpelukan juga menjadi hal yang diharamkan dalam islam. atau jika kalian bukan seorang muslim, jika terlalu sering berpelukan nanti sebuah pelukan hanya menjadi angin lalu, tak lagi bersifat menenangkan, menghangatkan, dan memberikan kenyamanan, ah apa enaknya jika berpelukan menjadi tak senyaman semestinya?

bergandengan tangan, coba rasakan bedanya, bergandengan tangan dengan dia yang kamu suka, dan dia yang hanya menjadi teman bagimu. rasanya berbeda? jelas!!
namun tak iri kah kalian dengan mereka yang bahkan menjaga agar tangannya tak digenggam oleh lawan jenis yang bukan mahram, bahkan bersentuhan pun dijaga sekali.

ah sungguh aku iri dengan mereka yang tahu mana yang boleh dan tidak sebelum aku terjerumus kepada hal yang kelam.
tak ada yang salah untuk berubah menjadi lebih baik


Jumat, 06 Juli 2018

selamat lebaran~ jangan salah ketika melihat yang indah

Assalamualaikum, masih suasana lebaran, disya mau ngucapin Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir bathin yaa.. mungkin tulisan dsya ada yang menyinggung perasaan temen temen yang kebetulan baca, atau ada banyak typo bertebaran, harap dimaafkan..

malam ini, dsya mau ngomongin soal mantan..

kalian sendiri taulah banyak meme bertebaran soal mantan, yang mantan kaya @#$^ lah kaya #$%^ lah, dan semua bahasanya kasar yaa...

gue saranin kalian berteman lah sama mantan, ga salah kok menjalin silaturahmi sama mantan.. menjalin silaturahmi memperpanjang umur bukan?
yang salah itu kalo mantan udah punya pacar atau istri/suami lo masih ngarep doi balik sambil terus gangguin dia nah itu baru salah, atau lo jadi selingkuhan mantan lo nah itu juga salah..

gue juga punya mantan kok,(dulu gue belom tobat), dan mantan gue masih gue sapa, kadang gue ajak main bareng, karena mantan gue satu kelas jaman SMA jadi mau gak mau pasti ketemu kalo reuni SMA.

gue suka ga habis pikir sama kalian yang berpasangan, terutama yang cewek, kalian itu posesif kalo menurut gue, kenapa? cowoknya terima pesan dari cewek padahal cuma temen kuliah kalian ngambek, mantan ngingetin hal yang harus diselsain berdua ngambek ada cewek liat instastory, ngambek, ada cewek baju seksi di ig ngambek, dijalan papasan sama cewek cantik cowoknya liatin cewek itu, ngambek.. wew.. kalian harus tau, sesuatu yang indah itu sayang untuk dilewatkan loh.. hahahaha



orto 1

Assalamualaikum..

tahun 2011 silam saya mendaftarkan diri menjadi mahasiswi di banyak universitas ternama di Indonesia, dari sekian banyak universitas, akhirnya saya lulus di sebuah universitas  keguruan yang terletak di jalan Setiabudi Bandung. kampus yang rindang, sejuk, dan luas.
Kamu tahu, bagaimana luasnya kampus itu? jelas aku bilang luas karena sekolah SMA ku dulu hanya sebesar lapangan basket.

aku tidak hanya mendaftar disana, aku juga lulus dalam beberapa tahapan tes di sebuah universitas negeri yang sama bergengsinya, atau bisa dibilang institut?
dari beberapa tahapan tes ada satu tes yang paling melelahkan, karena harus mengulang seluruh rangkaian tes yang telah dilakukan sejak awal. dan ini adalah tes penentuan, apa kamu akan lolos atau tidak.

disinilah semuanya dimuai. saat itu aku sedang menunggu giliranku untuk diperiksa kesehatan gigi dan mulut, dokter yang akan memeriksaku adalah seorang laki-laki dengan umur sekitar 50 tahunan, yah karena beliau terlihat cukup tua. dan terlihat agak galak. dengan percaya diri aku maju untuk dilakukan pemeriksaan gigi. pak dokter dengan kata-kata yang tegas bertanya "kamu kontingen mana? diperiksa dimana giginya?" dengan sedikit gugup aku menjawab "saya dari provinsi, diperiksa di rumah sakit di daerah", kemudian beliau dengan tegas menjawab "harusnya kamu ga lulus ini, masa kaya begitu bisa lulus", dengan wajah yang bukan dibuat-buat untuk memelas atau kecewa, tapi pasti wajah itu yang saat itu terpatri dihadapan sang dokter aku menjawab "jangan dok, saya janji nanti saya rapihin", dokter itu entah luluh entah memang hanya melakukan genjatan dia menjawab dengan wajah yang terlihat menyeramkan, tapi tidak semenyeramkan yang kalian bayangkan, tapi begitulah "yasudah kali ini saya luluskan, tapi janji nanti di rapihin ya setelah saya luluskan, di behel, di klinik di kampus juga bisa" dengan mantap dan penuh kebahagiaan aku menjawab "Siap pak, saya janji!"

tujuh tahun berlalu, pernah saya bertanya tetang pemasangan behel di kampus, namun apa daya, saya dipindahkan kampusnya ke tempat yang sulit dijangkau, hingga akhirnya saya dipindahkan kembali ke jakarta, disana saya sempat main ke klinik dan bertanya perihal pemasangan behel gigi. namun, saya belum siap untuk menggunakannya, padahal saya sudah lulus dan sudah dua tahun menunda janji yang pernah saya buat dengan dokter yang meluluskan tes kesehatan saat itu.

Kamis, 1 Maret 2018.
setelah perjuangan mencari dan bertanya mengenai dokter spesialis orthodenti ke berbagai sosial media, saya dikenalkan dengan seorang dokter. saat itu juga saya langsung mengubungi dokter via whatssapp, dan sore itu saya segera membuat janji temu untuk periksa gigi.