Rabu, 12 Oktober 2016

Pulang

-Kapan kamu pulang?

Saya sudah pulang

-Tidak, bukan disitu tempatmu sebenarnya..
Lalu dimana?

-Di tempat yang jauh, hanya mereka yang sudah cukup menikmati yang akan pulang

Kalau begitu, izinkan lah saya membahagiakan orang lain dan mencapai cita cita saya

-Silahkan, nanti kamu akan terpanggil untuk pulang dengan sendirinya


*yang paling dekat adalah kematian, yang paling jauh adalah masa lalu, yang paling ringan adalah meninggalkan solat, yang paling berat adalah amanah, yang paling tajam adalah lisan*

Minggu, 09 Oktober 2016

dear man-tan

ada sebuah kata mutiara yang selalu terbaca..
-dulu kita pernah sedekat nadi, namun sekarang kita sejauh langit-

dulu kita pernah bahagia bersama, tertawa bersama, namun kini saling menjatuhkan..


dia inspirasiku (teruntuk teh anggi)

ketika saya beranjak SMA, saya sekolah di salah satu sekolah favorit, sekolah itu memiliki nilai baik di mata masyarakat dan juga di Kabupaten.
sekolah itu terasa asing dan baru bagi saya, karena semua orang yang saya temui adalah orang yang benar-benar baru, lingkungan sekolah pun terasa asing.

hari pertama saya mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolah banyak yang membicarakan saya, tak ada satu pembicaraan pun yang terlewati mengenai saya, hari berikutnya ketika hari olahraga, saya menggunakan seragam SMP karena saat itu kami masih menggunakan seragam dari SMP masing-masing, maklum kami belum resmi menjadi siswa SMA karena kami masih berada di masa orientasi.

Baju olah raga yang saya kenakan saat itu masih lengan pendek dan celana sebatas lutut. saya ingat ketika itu ada kakak kelas yang meneriaki saya karena saya tidak menggunakan jilbab seperti anak lainnya. dan pakaian olahraga saya juga terbilang minim. padahal memang begitulah seragam sekolah saya. saya hanya diam menunduk sambil terus berlari, karena hari itu adalah hari olahraga bagi kami murid baru peserta MOS.

banyak yang menyindir saya saat saya berlari mengitari lapangan sekolah, namun ada kakak kelas yang kemudian membela saya, "emang gitu seragam sekolahnya, dia kan anak SMP kota, kan dia gak salah". seketika itupun langsung timbul rasa kagum mendalam kepada beliau, kakak kelas yang menumbuhkan semangat dan menjadi motivasi terbesar untuk menjadi lebih maju.

setelah MOS segala hal mulai membaik, hal itu tak lepas dari kakak kelas yang akan dan selalu menjadi inspirasi bagi saya.

kami pun mulai dekat, saya mengetahui bahwa beliau adalah kakak kelas saya ketika SMP. Teh anggi, orang pertama yang membuat saya semangat untuk mengikuti jejaknya, teh anggi memiliki paras yang cantik, dengan kulit cerah layaknya bidadari yang turun dari kayangan (agak lebay sih). teh anggi punya suara indah, ia pun pintar memainkan peran, teh anggi adalah kakak kelas multi talent yang aku kenal.

jujur aku iri terhadap semua prestasi yang teh anggi punya, dan semua talenta yang teh anggi miliki. tapi hal tersebut tidak membuat aku menjauhinya, justru membuatku termotivasi untuk menjadi lebih baik, yah walau ada satu hal yang sampai saat ini belum tercapai, yaitu menjadi putih, kulitnya.

hanya satu smester kebersamaan kami, karena aku harus pindah sekolah. tetapi hubungan kami masih terjalin baik.

hingga akhirnya beberapa tahun aku tak bertemu dengan kakak kelas penumbuh semangat.

dan suatu hari di sebuah pusat perbelanjaan kami bertemu, kamu tahu apa yang saya rasakan?

terdapat rasa rindu yang dalam dan berat yang akhirnya terlepas. ada jutaan kupu-kupu yang terbang memenuhi relung hati dan membuat semua barang berubah menjadi bunga.
walau hanya sekejap.
karena pertemuan kami pun hanya sekejap, sebatas menanyakan bagaimana kabar dan apa yang menyibukkan kami.
tetapi pertemuan tak disengaja itu kembali menumbuhkan semangatku, dan aku bertekad untuk menjadi seorang pramugari seperti dirinya.

yah, walau saya akhirnya tak menjadi pramugari seperti beliau, karena ada banyak alasan, dan sampai kini saya tetap iri dengan keberhasilan beliau karena bisa mewujudkan cita-citanya.
jujur saja saya sempat mengikuti tes untuk masuk sekolah pramugari, tapi mungkin karena tidak ada restu dari orang tua, maka saya tak dapat mencapai cita-cita tersebut.

dan kini kakak kelas itu tetap menjadi inspirasiku, saat setelah hampir lima tahun tak ada kabar berita, kini kakak kelas penumbuh semangat telah menjadi seorang pramugari cantik dan juga memiliki sebuah karya tulis yang cukup membuatku tersadar sejenak akan apa yang pernah aku cita-citakan beberapa tahun lalu..

yah, sekalian saja promosi, bukunya berjudul "emergency 90' sujud yang mengudara" jangan lupa beli bukunya di toko buku terdekat yaaa!!

dear teteh cantik yang penuh ide cemerlang dan sangat berbakat, terimakasih pernah menjadi kakak kelas selama smp, juga sma..

mungkin kehidupan SMA saya ga akan seindah yang pernah saya alami tanpa teteh..

semoga teteh dan saya lekas bertemu jodohnya, kalau teteh menunggu jodoh di atas langit eropa, biarlah saya menunggunya dalam doa ketika bersujud..

I miss you and always miss you teteh yang kini sudah jauh..

for teh Raden Anggi Rospidia

Senin, 03 Oktober 2016

What I feel about you

Mungkin, saya terlalu terlihat jahat dibenakmu..
Mungkin saya terkesan tak memiliki pengertian..

Perasaan sayang tak harus nampak secara gamblang, perasaan itu berada di dimensi lain..
Cemas selalu menghantui, sedih selalu bergelayut manja..

Tali tak boleh terputus, sekalipun terputus ia harus disambung lagi,,

Hati tak boleh terluka, sekali terluka ia akan selalu membekas..
Tak ada obat hati yang paling ampuh selain ikhlas, tak ada obat hati yang paling mujarab selain sabar..

Segala yang telah terjadi, bukan karena maksud menyakiti..
Memberi pelajaran dan menguatkan..

Tak pernah kah terbayangkan?
Jika tak ada penyokong? Tak ada yang dapat menolong?
Kepada siapa akan meminta? Selain kepada tuhan?

Kini kan kukatakan..

Aku tak bermaksud menyakitimu, tak bermaksud untuk tak bisa mengerti

Cobalah mengerti, mungkin caraku tak bisa kau terima, tapi setidaknya bisa kau petik

Hati ini tengah terluka, dengan caramu mengabaikan ku..
Ku tahu kau kan kembali jika kau butuh kelak..
Tapi, tak semua bisa kau datangi saat kau butuh saja..

Caraku berbeda dengan kakak yang lain, tapi tujuan kita tetap sama, yaitu melihat adiknya bahagia..

Bukan aku mau tahu semua yang kau lakukan, aku hanya ingin tahu bagaimana keadaanmu, apa kau disana bahagia? Sedih? Aku ingin ada untuk menghiburmu, aku ingin ada untuk memberimu selamat..

Aku ingin menegur jika kau berbuat salah, aku selalu berharap kau baik baik saja..
Ku tahu kita memang tak pernah akur, jangan dikira aku tak pernah iri melihat yang lain selalu bahagia dengan adiknya dengan kakaknya..

Sudahlah, mungkin kita ditakdirkan untuk tak saling mengerti, tak saling membutuhkan..