Aku menyadari
perubahan pada diriku, mungkin aku telah menemukan kedewasaanku
Atau mungkin ini
kepribadianku yang lain.
Dahulu aku lebih
perasa, lebih ceria, lebih memahami perasaan orang lain.
Tidak seperti
sekarang, pemarah, otoriter.
Mungkin sekarang mereka bilang aku lebih baik, lebih dewasa, tidak begitu cerewet seperti yang lalu
Mungkin sekarang mereka bilang aku lebih baik, lebih dewasa, tidak begitu cerewet seperti yang lalu
Tapi dia berkata
lain, dia bilang aku berubah, tidak menyenangkan, bukan lagi wanita penyayang.
Akupun menyadari
itu.
Aku sedih sekali akan kenyataan ini.
Aku merasa kehilangan diriku.
Aku merasa sedih dengan diriku sendiri.
Aku sedih sekali akan kenyataan ini.
Aku merasa kehilangan diriku.
Aku merasa sedih dengan diriku sendiri.
Aku tak bisa
memahami dia seperti dia memahami aku
Aku tak bisa membuat
dia bahagia seperti dia membahagiakan aku
Aku tak dapat
merangkaikan senyuman diwajahnya seperti yang ia lakukan padaku.
Apalah artinya aku bagi dia?
Apalah artinya aku bagi dia?
Hanya untuk
statuskah aku dengannya?
Aku tidak mau
seperti itu, dia pun akan lebih tidak menyukai hal itu.
Aku ingin seperti dulu, walau aku tidak selalu bersamanya tetapi dia masih merasakan sayangku.
Tidak seperti sekarang, dia bilang aku acuh, tidak peduli. Menyedihkan.
Aku ingin menjadi diriku yang dulu, yang dia bilang manis dan lucu.
Bukan aku yang sok tegas, sok tegar.
Sombong. Sombong sekali. Penipu. Berwajah dua. Bertopeng palsu. Penuh kepalsuan.
Aku ingin seperti dulu, walau aku tidak selalu bersamanya tetapi dia masih merasakan sayangku.
Tidak seperti sekarang, dia bilang aku acuh, tidak peduli. Menyedihkan.
Aku ingin menjadi diriku yang dulu, yang dia bilang manis dan lucu.
Bukan aku yang sok tegas, sok tegar.
Sombong. Sombong sekali. Penipu. Berwajah dua. Bertopeng palsu. Penuh kepalsuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar