Ku ingat saat pertama aku berbicara, dia sombong..
Banggakan saja apa yang kau punya karena memang aku tak memiliki apa-apa..
Tapi kekaguman timbul..
Kekaguman karena suara, hanya suara..
Tak pernah kuharapkan apapun selain suara itu, suara yang mampu menghipnotis agar aku selalu mendengarkan..
Suara saja sudah menghipnotis, dan kini kita bertemu (lagi)..
Pertemuan kita sebelumnya bukan pertemuan resmi, yang jika ditanyakan pun kamu pasti akan melupakannya..
Setiap pertemuan kita, aku akan tersenyum dengan mudah dan kata “astagfirullah” akan muncul setelahnya..
Pertemuan yang sekarang adalah pertemuan untuk perkenalan..
Dan ku harap akan ada pertemuan lagi kelak, pertemuan yang membahagiakan tentunya..
Pertemuan seperti apapun yang nanti ditakdirkan, aku akan menunggunya..
Karena pertemuan selalu menghadirkan kebahagiaan pada saatnya..
Banggakan saja apa yang kau punya karena memang aku tak memiliki apa-apa..
Tapi kekaguman timbul..
Kekaguman karena suara, hanya suara..
Tak pernah kuharapkan apapun selain suara itu, suara yang mampu menghipnotis agar aku selalu mendengarkan..
Suara saja sudah menghipnotis, dan kini kita bertemu (lagi)..
Pertemuan kita sebelumnya bukan pertemuan resmi, yang jika ditanyakan pun kamu pasti akan melupakannya..
Setiap pertemuan kita, aku akan tersenyum dengan mudah dan kata “astagfirullah” akan muncul setelahnya..
Pertemuan yang sekarang adalah pertemuan untuk perkenalan..
Dan ku harap akan ada pertemuan lagi kelak, pertemuan yang membahagiakan tentunya..
Pertemuan seperti apapun yang nanti ditakdirkan, aku akan menunggunya..
Karena pertemuan selalu menghadirkan kebahagiaan pada saatnya..