terkadang aku menyesal karena pernah menorehkan kenangan bersamamu..
apa lagi dengan semua yang terjadi belakangan ini..
tapi aku sadar itulah takdir, kita ditakdirkan untuk pernah berdua, untuk pernah bersama dalam waktu satu hembusan nafas...
aku senang pernah membuatmu bahagia, aku senang pernah menjadikan dirimu lebih baik..
aku senang pernah ada disaat sedihmu walau jauh, aku senang pernah membuatmu bahagia walau sebentar..
aku senang pernah berusaha menguatkanmu, aku senang pernah ada disaat paling terpuruk..
aku senang pernah mengingatkanmu akan kebaikan..
aku berjanji tak akan menyesal lagi..
maaf jika aku menyakitimu..
maaf aku sering berkata buruk tentangmu, tapi itu semua untuk kebaikanmu..
dan yah begitulah senyatanya sekarang, kau sulit menerima semuanya, kau membenci semuanya, juga aku..
jangan cintai dunia ini lebih dari kamu mencintai Allah, karena Dia yang selalu ada namun tak pernah tampak yang selalu menolongmu..
maaf aku mudah berpaling, ini bukan logikaku atau fikirku..
ini hatiku, dia memang ada dan dia nyata, walau kami terpaut banyak tantangan setidaknya kami sekarang satu..
kami tahu satu dengan yang lainnya, walau masih tak tentu bagaimana akhirnya..
tapi aku benar jika aku tak pernah mendua..
sebelum kau pergi tak ada yang pernah menggantikan, walau kau seperti tak ada, seperti tak nyata..
tapi aku tetap bersikukuh kau ada dan selalu ada..
ketika kau sibuk kemudian menghilang, ku tetapkan hatiku jika kau ada..
ketika kau ada kemudian menghapus semua ketetapanku, akupun langsung menghapus semuanya..
tak ingin aku berlama lama dengan kenangan..
sedikit demi sedikit aku simpan, dan ku siapkan kertas putih dan pena baru..
ku torehkan tinta pada kertasku dan semuanya mulai kembali..
aku masih menyimpannya, mungkin suatu saat aku ingin melihatnya aku akan melihatnya..
aku tak menghilangkannya..
kini aku sudah memulai kisah baru, maaf ini terlalu cepat, mungkin kau tak terima, tapi inilah kenyataan..
ini tentang kamu, aku dan kami
apa lagi dengan semua yang terjadi belakangan ini..
tapi aku sadar itulah takdir, kita ditakdirkan untuk pernah berdua, untuk pernah bersama dalam waktu satu hembusan nafas...
aku senang pernah membuatmu bahagia, aku senang pernah menjadikan dirimu lebih baik..
aku senang pernah ada disaat sedihmu walau jauh, aku senang pernah membuatmu bahagia walau sebentar..
aku senang pernah berusaha menguatkanmu, aku senang pernah ada disaat paling terpuruk..
aku senang pernah mengingatkanmu akan kebaikan..
aku berjanji tak akan menyesal lagi..
maaf jika aku menyakitimu..
maaf aku sering berkata buruk tentangmu, tapi itu semua untuk kebaikanmu..
dan yah begitulah senyatanya sekarang, kau sulit menerima semuanya, kau membenci semuanya, juga aku..
jangan cintai dunia ini lebih dari kamu mencintai Allah, karena Dia yang selalu ada namun tak pernah tampak yang selalu menolongmu..
maaf aku mudah berpaling, ini bukan logikaku atau fikirku..
ini hatiku, dia memang ada dan dia nyata, walau kami terpaut banyak tantangan setidaknya kami sekarang satu..
kami tahu satu dengan yang lainnya, walau masih tak tentu bagaimana akhirnya..
tapi aku benar jika aku tak pernah mendua..
sebelum kau pergi tak ada yang pernah menggantikan, walau kau seperti tak ada, seperti tak nyata..
tapi aku tetap bersikukuh kau ada dan selalu ada..
ketika kau sibuk kemudian menghilang, ku tetapkan hatiku jika kau ada..
ketika kau ada kemudian menghapus semua ketetapanku, akupun langsung menghapus semuanya..
tak ingin aku berlama lama dengan kenangan..
sedikit demi sedikit aku simpan, dan ku siapkan kertas putih dan pena baru..
ku torehkan tinta pada kertasku dan semuanya mulai kembali..
aku masih menyimpannya, mungkin suatu saat aku ingin melihatnya aku akan melihatnya..
aku tak menghilangkannya..
kini aku sudah memulai kisah baru, maaf ini terlalu cepat, mungkin kau tak terima, tapi inilah kenyataan..
ini tentang kamu, aku dan kami