Minggu, 09 Oktober 2016

dear man-tan

ada sebuah kata mutiara yang selalu terbaca..
-dulu kita pernah sedekat nadi, namun sekarang kita sejauh langit-

dulu kita pernah bahagia bersama, tertawa bersama, namun kini saling menjatuhkan..


dia inspirasiku (teruntuk teh anggi)

ketika saya beranjak SMA, saya sekolah di salah satu sekolah favorit, sekolah itu memiliki nilai baik di mata masyarakat dan juga di Kabupaten.
sekolah itu terasa asing dan baru bagi saya, karena semua orang yang saya temui adalah orang yang benar-benar baru, lingkungan sekolah pun terasa asing.

hari pertama saya mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolah banyak yang membicarakan saya, tak ada satu pembicaraan pun yang terlewati mengenai saya, hari berikutnya ketika hari olahraga, saya menggunakan seragam SMP karena saat itu kami masih menggunakan seragam dari SMP masing-masing, maklum kami belum resmi menjadi siswa SMA karena kami masih berada di masa orientasi.

Baju olah raga yang saya kenakan saat itu masih lengan pendek dan celana sebatas lutut. saya ingat ketika itu ada kakak kelas yang meneriaki saya karena saya tidak menggunakan jilbab seperti anak lainnya. dan pakaian olahraga saya juga terbilang minim. padahal memang begitulah seragam sekolah saya. saya hanya diam menunduk sambil terus berlari, karena hari itu adalah hari olahraga bagi kami murid baru peserta MOS.

banyak yang menyindir saya saat saya berlari mengitari lapangan sekolah, namun ada kakak kelas yang kemudian membela saya, "emang gitu seragam sekolahnya, dia kan anak SMP kota, kan dia gak salah". seketika itupun langsung timbul rasa kagum mendalam kepada beliau, kakak kelas yang menumbuhkan semangat dan menjadi motivasi terbesar untuk menjadi lebih maju.

setelah MOS segala hal mulai membaik, hal itu tak lepas dari kakak kelas yang akan dan selalu menjadi inspirasi bagi saya.

kami pun mulai dekat, saya mengetahui bahwa beliau adalah kakak kelas saya ketika SMP. Teh anggi, orang pertama yang membuat saya semangat untuk mengikuti jejaknya, teh anggi memiliki paras yang cantik, dengan kulit cerah layaknya bidadari yang turun dari kayangan (agak lebay sih). teh anggi punya suara indah, ia pun pintar memainkan peran, teh anggi adalah kakak kelas multi talent yang aku kenal.

jujur aku iri terhadap semua prestasi yang teh anggi punya, dan semua talenta yang teh anggi miliki. tapi hal tersebut tidak membuat aku menjauhinya, justru membuatku termotivasi untuk menjadi lebih baik, yah walau ada satu hal yang sampai saat ini belum tercapai, yaitu menjadi putih, kulitnya.

hanya satu smester kebersamaan kami, karena aku harus pindah sekolah. tetapi hubungan kami masih terjalin baik.

hingga akhirnya beberapa tahun aku tak bertemu dengan kakak kelas penumbuh semangat.

dan suatu hari di sebuah pusat perbelanjaan kami bertemu, kamu tahu apa yang saya rasakan?

terdapat rasa rindu yang dalam dan berat yang akhirnya terlepas. ada jutaan kupu-kupu yang terbang memenuhi relung hati dan membuat semua barang berubah menjadi bunga.
walau hanya sekejap.
karena pertemuan kami pun hanya sekejap, sebatas menanyakan bagaimana kabar dan apa yang menyibukkan kami.
tetapi pertemuan tak disengaja itu kembali menumbuhkan semangatku, dan aku bertekad untuk menjadi seorang pramugari seperti dirinya.

yah, walau saya akhirnya tak menjadi pramugari seperti beliau, karena ada banyak alasan, dan sampai kini saya tetap iri dengan keberhasilan beliau karena bisa mewujudkan cita-citanya.
jujur saja saya sempat mengikuti tes untuk masuk sekolah pramugari, tapi mungkin karena tidak ada restu dari orang tua, maka saya tak dapat mencapai cita-cita tersebut.

dan kini kakak kelas itu tetap menjadi inspirasiku, saat setelah hampir lima tahun tak ada kabar berita, kini kakak kelas penumbuh semangat telah menjadi seorang pramugari cantik dan juga memiliki sebuah karya tulis yang cukup membuatku tersadar sejenak akan apa yang pernah aku cita-citakan beberapa tahun lalu..

yah, sekalian saja promosi, bukunya berjudul "emergency 90' sujud yang mengudara" jangan lupa beli bukunya di toko buku terdekat yaaa!!

dear teteh cantik yang penuh ide cemerlang dan sangat berbakat, terimakasih pernah menjadi kakak kelas selama smp, juga sma..

mungkin kehidupan SMA saya ga akan seindah yang pernah saya alami tanpa teteh..

semoga teteh dan saya lekas bertemu jodohnya, kalau teteh menunggu jodoh di atas langit eropa, biarlah saya menunggunya dalam doa ketika bersujud..

I miss you and always miss you teteh yang kini sudah jauh..

for teh Raden Anggi Rospidia

Senin, 03 Oktober 2016

What I feel about you

Mungkin, saya terlalu terlihat jahat dibenakmu..
Mungkin saya terkesan tak memiliki pengertian..

Perasaan sayang tak harus nampak secara gamblang, perasaan itu berada di dimensi lain..
Cemas selalu menghantui, sedih selalu bergelayut manja..

Tali tak boleh terputus, sekalipun terputus ia harus disambung lagi,,

Hati tak boleh terluka, sekali terluka ia akan selalu membekas..
Tak ada obat hati yang paling ampuh selain ikhlas, tak ada obat hati yang paling mujarab selain sabar..

Segala yang telah terjadi, bukan karena maksud menyakiti..
Memberi pelajaran dan menguatkan..

Tak pernah kah terbayangkan?
Jika tak ada penyokong? Tak ada yang dapat menolong?
Kepada siapa akan meminta? Selain kepada tuhan?

Kini kan kukatakan..

Aku tak bermaksud menyakitimu, tak bermaksud untuk tak bisa mengerti

Cobalah mengerti, mungkin caraku tak bisa kau terima, tapi setidaknya bisa kau petik

Hati ini tengah terluka, dengan caramu mengabaikan ku..
Ku tahu kau kan kembali jika kau butuh kelak..
Tapi, tak semua bisa kau datangi saat kau butuh saja..

Caraku berbeda dengan kakak yang lain, tapi tujuan kita tetap sama, yaitu melihat adiknya bahagia..

Bukan aku mau tahu semua yang kau lakukan, aku hanya ingin tahu bagaimana keadaanmu, apa kau disana bahagia? Sedih? Aku ingin ada untuk menghiburmu, aku ingin ada untuk memberimu selamat..

Aku ingin menegur jika kau berbuat salah, aku selalu berharap kau baik baik saja..
Ku tahu kita memang tak pernah akur, jangan dikira aku tak pernah iri melihat yang lain selalu bahagia dengan adiknya dengan kakaknya..

Sudahlah, mungkin kita ditakdirkan untuk tak saling mengerti, tak saling membutuhkan..

Rabu, 06 April 2016

KARENA AKU BUKAN KAMU


Jangan kamu menyamakan hidup dengan aku, kita berbeda, jalan kita tak sama.

Kamu lebih bahagia dari aku, namun kamu akan selalu berfikir betapa bahagianya menjadi aku.
Aku pun begitu, sempat terfikir betapa bahagianya menjadi dia, menjadi kamu, menjadi orang lain.
Namun aku salah, betapa bahagianya Tuhan menjadikan aku seorang aku, bukan orang yang kuanggap lebih bahagia.
Kisah kita tak sama, ujian yang diterima pun berbeda, ada yang menganggap suatu hal itu mudah, ada juga yang menganggap itu lebih sulit dari apapun.
Kamu tak perlu merasakan perihnya menjadi aku, dan akupun tak berharap merasakan sedihnya menjadi kamu.

Aku akan menceritakan sekelumit kisahku

Aku tak pernah merasakan indahnya masa muda seperti yang lain, seperti ikan di dalam akuarium, ada juga yang menyebutnya penjara.

Sesedih itu, aku tak berharap kamu tahu.

Kamu tak tahu bagaimana takutnya aku berpapasan, padahal itu manusia lainnya. Mungkin saat itu, aku lebih baik berpapasan dengan bukan manusia.
Aku tak bisa memiliki teman yang terlalu dekat, berbicara. Hanya berbicara akan menimbulkan masalah yang besar.

Aku rela berpeluh, menahan sesal, sesak, sakit, dan tetap tersenyum.
aku sering mengalaminya, namun semuanya tetap indah, tergantung sebagaimana kamu mampu bersyukur.

kami memiliki cerita.

meninggalkan orangtua, keluarga, demi perjuangan yang melelahkan.
lupa teman, lupa saudara, kami melupakan semuanya, yang kami ingat kami adalah keluarga.
derita seorang adalah derita semua, karena kami senasib sepenanggungan.
hujan badai dan panas terik bukanlah hal yang patut ditakuti, karena kami berlindung dibawah teriknya matahari dan siraman hujan.

jangan kira aku tak bahagia, karena aku tahu, pelangi akan selalu muncul setelah hujan, dan matahari akan terbendung oleh gelapnya mendung.

aku senang ketika bercerita, aku dulu....
tetapi aku akan berfikir ulang jika harus mengulang.

kesedihan itu jangan kamu samakan.
kamu tahu aku bukan dari keluarga yang seperti toserba.

kesedihanku banyak, menumpuk seperti gunung, ingin kuledakkan rasanya.
namun percuma jika ku ceritakan, karena tak semua dapat mengerti, biar yang lain melihat kebahagiaanku, dan biarkan kesedihanku aku yang tahu.

pandanglah kebawah, lihat betapa beruntungnya kamu.
lihatlah ke atas, begitu tingginya langit tak tergapai.
susuri sekitar, rasakan apa yang telah diberikan.
berusahalah, berdoa, berhenti berharap pada manusia.

semua akan selalu ada masanya, semua akan selalu memiliki jalan keluar.

jangan iri, jangan cemburu.
rumput tetangga akan selalu terlihat lebih hijau, itu terjadi bukan karena tetangga lebih dari kita, tetapi karena kita yang tak pandai bersyukur.

jangan berharap menjadi aku, karena aku bukan kamu

Senin, 28 Desember 2015

PENANTIAN

AKU TERTAWA DALAM KESEDIHAN
AKU MENANGIS DALAM BAHAGIA
AKU BICARA DALAM KEBODOHAN
AKU DIAM DALAM KEPAHAMAN

AKU MENERIMA YANG TAK KU KETAHUI
AKU BERSIMPUH UNTUK YANG BELUM TENTU KU NANTI
AKU MENENGADAH BERHARAP
HINGGA PENYATUAN DENGAN ASAL

Rabu, 23 Desember 2015

Wanita

Mungkin rumit memahami wanita
Tapi beginilah, kami pandai berkamuflase
Bukan bermuka dua
Hanya pandai mengendalikan perasaan
Kami tahu caranya menyembunyikan perasaan 
Kami pandai berpura pura bahagia dan tegar
Tapi sbenarnya tidak
Kami memiliki senyum menawan dibalik rasa sepi dan khawatir
Kami memiliki tawa ceria dibalik sedih dan kecewa

Wanita itu laksana telaga
Luas, tenang, menawan
Namun di dalamnya terdapat banyak hal
Kau perlu menyelaminya untuk tahu..

Selamat hari wanita 🌸🌸 πŸŒΊπŸŒΉπŸ’πŸŒ·πŸŒ»πŸŒ»πŸŒΌ

aku percaya kamu

Dulu aku bebasin kamu sebebas mungkin kan? Karena aku percaya kamu..
Cukup dengan "aku percaya kamu"
Walau kita terpisah jarak waktu dan lautan aku tetap percaya kamu..
Bukan berarti aku tak punya rasa cemburu, hanya aku pandai menyembunyikan rasaku..
Bukannya aku tak pernah khawatir tapi ada mereka yang mampu meredam khawatirku, yang selalu mengabari ketika kau tak ada kabar..

maafkan jika aku lucu
Memiliki gengsi yang tinggi dan menghalangi
Laksana tembok berkawat duri

Namun tembok itu mampu melindungi
Hingga tiada  sesal ku rasa
Namun terimakasih yang besar kan ku beri