Rabu, 25 Maret 2015

buah manis dan angin

Hai yang dekat tetapi terasa jauh..
Kedekatan bukan berarti selalu mengikat rasa bukan..
Keterikatan bukan menjadi tujuan utama, apalagi jika hanya terikat dengan janji palsu tanpa saksi..
Omong kosong dengan saksi saksi bisu..
Berkatapun tak mampu apalagi menuntut..

Biarkan angin berdesir, mungkin saja hujan akan turun..
Tetapi tak selamanya angin itu mampu menggugurkan awan menjadikannya hujan..
Biarkan saja ia bertiup, karena memang itu yang harus dilakukannya..
Anggaplah kita tak mampu menjadi angin yang tiada henti berdesir bertiup kencang..

Karena kita adalah pohon, pohon yang terus menjulang tinggi dan berbuah..
Biarkan angin menggoyangkan dahan dahan kita, dan menjatuhkan buah manis dari dahan pohon..
Biarkan angin bersusah payah merobohkan..
Dan kita terus berbuas manis..
Buah yang menjadi anugrah bagi yang berpijak ditanah..
Buah yang menjadi sumber penghidupan..

Hai yang dekat namun terasa jauh..
Bersabarlah..
TungguLah hingga waktu menunjukan arti dari kedekatan jarak..
Semua pasti akan berbuah manis..
Dan setiap buah yang dihasilkan, akan ada angin yang selalu mencoba merobohkan..

Tidak ada komentar: