Aku bukan pemain, tapi juga aku tidak di permainkan..
Ketika kau berkata usai, maka aku dengan cepat memulai yang baru, tak butuh waktu lama untuk merobek lembaran lama dan mulai menuliskan cerita baru..
Kertas usang itu tak juga ku buang di tempat sampah seperti yang kau lakukan..
Kertas itu ku arsipkan baik-baik dalam kotak penyimpanan..
Itulah mengapa aku bersikap biasa saja pada siapapun..
Bukankah kau sudah membeli buku baru? Dan membuang yang lama?
Kenapa kau selalu mencarinya jika sudah kau buang?
Mengapa mencoba mengingatnya setelah kau hapuskan
Aku bersyukur dengan kertas lama yang pernah ku torehkan dengan tinta berwarna, tak juga ku buang karena bagiku mereka kenangan..
Aku tak pernah membeli buku baru, hingga lembaran bukuku habis dengan semua tinta keperakan dan juga emas..
Tak lama lagi buku lama akan menjadi arsip yang dapat dibuka jika mengenang asa..
Dan buku baru akan segera tertulis dengan jutaan warna cerah keperakan dan emas..
Hingga kata usai terucap, kertas itu terlalu kosong dan hanya dipenuhi tinta hitam, tak spesial.. Sehingga mudah saja untuk merobeknya dan memasukan ke kotak penyimpanan bahkan dapat dengan mudah terlupa dimana ia sekarang..
Hingga warna warni dengan emas dan perak berkilauan memenuhi lembaran baru..
Kilaunya sungguh menyilaukan, membuatnya sulit pudar, bahkan ketika kertas itu dirobek kemilaunya masih tercetak jelas pada setiap halaman..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar